Biaya Haji 2018

0
176

Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang artinya wajib dilakukan bagi umat Islam yang mampu baik secara finansial, fisik dan mental. Ibadah haji dilakukan dengan mengunjungi Tanah Suci Mekkah pada kurun waktu tertentu dan melakukan serangkaian ibadah sehingga para jamaah harus tinggal di sana.

Karena itu untuk dapat melaksanakan ibadah haji ada banyak hal yang harus kita lakukan, selain pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan ibadah haji juga biaya untuk kendaraan dan perbekalan selama tinggal di Tanah Suci.

Biaya haji disebut pula dengan Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) meliputi biaya perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi, biaya sewa pemondokan, biaya hidup selama di Arab Saudi, konsumsi, akomodasi, pengurusan dokumen keimigrasian, honor petugas haji dan biaya operasional lainnya.

Kementerian Agama biasanya membagi biaya-biaya itu menjadi dua kategori, yaitu biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost).
Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak ditanggung secara langsung oleh jamaah, tetapi dibayarkan dari keuntungan pengelolaan dana setoran awal yang nilainya puluhan triliun rupiah dan mengendap selama bertahun-tahun sesuai dengan lamanya masa tunggu. Besaran biaya tidak langsung ini dibahas antara pemerintah dan DPR.

Biaya tidak langsung meliputi biaya penerbangan, sewa pemondokan di Makkah dan Madinah, dan biaya hidup atau uang saku yang diberikan kepada jamaah haji, termasuk di dalamnya adalah subsidi sebagian sewa pemondokan.

Adapun biaya langsung adalah biaya yang langsung ditanggung oleh calon jamaah haji. Biaya langsung meliputi tiga hal, yaitu (1) biaya penerbangan, (2) biaya pemondokan di Makkah dan Madinah, dan (3) biaya hidup atau uang saku yang diberikan kepada jamaah haji.

Tiga komponen biaya langsung inilah yang harus dibayar oleh jamaah haji melalui dua tahapan, yakni setoran awal untuk mendapatkan nomor porsi dan pelunasan menjelang keberangkatan.

Besaran BPIH sangat dipengaruhi oleh harga tiket pesawat yang naik-turun sesuai fluktuasi harga minyak dunia. Kedua, kurs dolar AS. Ketiga, harga sewa pemondokan di Makkah. Keempat, subsidi dari hasil pengelolaan setoran awal calon jamaah haji.
Harga sewa pemondokan juga ditentukan oleh jauh dekat menuju Masjidil Haram, namun kisarannya masih antara 4000 hingga 5000 riyal.

Menurut Menteri Agama Lukman, Kementerian Agama memprediksi biaya ibadah haji pada tahun 2018 sebesar Rp 35.790.982,00. Biaya ini mengalami peningkatan bila dibandingkan biaya haji tahun 2017 yakni sebesar Rp 34.890.312,00.

Kenaikan ini disebabkan Pemerintah Arab Saudi memberlakukan kenaikan pajak pertambahan nilai sebesar 5 persen . Selain itu juga karena naiknya biaya penerbangan  akibat kenaikan biaya avtur atau bahan bakar pesawat. Penambahan makanan bagi jamaah haji dari 30 kali menjadi 50 kali selama tinggal di Mekkah juga turut menambah kenaikan biaya haji tahun ini.

Meski biaya haji mengalami kenaikan, namun diharapkan para calon jamaah haji tetap fokus dengan ibadah yang akan dilakukan dan kembali ke Tanah Air dan meraih haji mabrur seperti yang telah dicita-citakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here