Serba-Serbi Haji 2018

0
190

Pengertian Ibadah Haji
Ibadah haji adalah mengunjungi Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah seperti yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Pilgrimage to Mecca, sebuah perjalanan ziarah menuju kota Mekkah sebagai pusat kiblat umat Islam.

Hukum Ibadah Haji
Haji adalah rukun Islam yang ke lima. Hukumnya wajib dilaksanakan bagi yang mampu baik secara finansial, mental dan fisik, oleh seluruh umat Islam tanpa terkecuali baik perempuan maupun laki-laki.
Ibadah tersebut harus dilaksanakan secara tertib baik syarat dan rukunnya, hal ini untuk menghindari kesalahan atau urutan yang terbalik sehingga menyebabkan ibadah hajinya tidak sah.

Waktu Pelaksanaan Ibadah Haji
Ibadah haji hanya dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah sejak tanggal 8 Dzulhijjah hingga 10 Dzulhijjah. Jadi waktu pelaksanaan ibadah haji telah ditetapkan, berbeda dengan ibadah umroh yang boleh dilaksanakan kapan saja. Pilgrimage to Mecca, perjalanan ibadah haji yang telah ditentukan waktunya.

Syarat Ibadah Haji
1. Beragama Islam
2. Baligh ( dewasa )
3. Berakal sehat ( aqil )
4. Merdeka, bukan budak
5. Mampu ( istita`ah ), mampu disini seperti disebutkan sebelumnya, yakni mampu secara finansial, fisik dan mental.

Rukun Ibadah Haji
1. Niat berihram.
2. Wukuf di Arafah
3. Thawaf di Ifadhah
4. Sa`i haji
5. Tahallul
6. Tertib

MANASIK HAJI
Manasik haji merupakan tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya. Dalam kegiatan manasik haji, calon jamaah akan diberikan tata cara pelaksanaan ibadah haji mulai dari rukun haji, persyaratan, wajib dan sunnah haji serta hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji.

Arfa Tour Umroh akan memberikan pengetahuan dan manasik haji kepada calon jamaah sebelum melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Dengan pembimbing yang telah berpengalaman, Anda tidak perlu merasa khawatir tidak dapat melaksanakan ibadah haji dengan haji karena akan dibimbing hingga bisa.

Bagi calon jamaah yang belum pernah melaksanakan ibadah umroh sama sekali dihimbau melakukan ibadah umroh terlebih dahulu dengan melaksanakan umroh atau haji tamattu’.

Adapun tata cara haji tamattu’ adalah sebagai berikut :
A.Tata Cara Umrah (bagi haji tamattu’)
1. Ihram:
Sebelum memakai ihram, disunnahkan untuk mandi dan bagi laki-laki boleh memakai minyak wangi pada badan sebelum memakai pakaian ihram. Sedangkan bagi wanita tetap memakai jilbab panjang/kerudung.
2. Ketika di miqot ,menghadap ke kiblat sambil membaca doa niat ihram.
3. Setelah itu, perbanyak membaca talbiyah hingga tiba di Makkah.
4. Thawaf. Cara berthawafnya adalah sebagai berikut :

a. Masuk masjidil Haram sambil baca doa masuk masjid
b. Tawaflah dari Hajar Aswad sambil menampakkan lengan kanan
c. Jika tiba di Hajar Aswad , bacalah doa: “Bismillahi wallahu akbar” sambil cium Hajar Aswad atau jika tak bisa diisyaratkan dengan tangan kanan. Lalu mulailah berputar dengan perbanyak doa dan dzikir.
d. Tiba di Rukun Yamani, maka usap Rukun Yamani.
e. Demikianlah seterusnya sampai selesai 7 putaran yang diakhiri di Hajar Aswad atau garis lurus ke Hajar Aswad.
f. Setelah tawaf, sholat sunnat dua raka’at di belakang maqom Ibrahim menghadap kiblat dengan membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun dalam raka’at pertama.Lalu Al-Fatihah dan Al-Ikhlash dalam raka’at.
g. Setelah itu menuju ke kran-kran air Zam-Zam. Minum air Zam-Zam dan menyiram kepala, tapi tidak boleh digunakan untuk berwudhu
h. Sesudah minum, datanglah ke Hajar Aswad/garis lurus HajarAswad untuk mencium atau isyarat kepadanya sambil baca: “Bismillahi wallahu akbar”.

3. Sa’i
Mendaki ke shofa sambil berdoa:
Jika telah berada di atas Shofa, menghadap ke kiblat , maka bacalah Allahu akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan berdoa:
Ini dilakukan tiga kali. Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan berdoa banyak dan doanya bebas sesuai dengan kebutuhannya.
Setelah itu berjalanlah dengan pelan menuju bukit Marwah. Jika tiba dibatas/isyarat lampu hijau, berlarilah semampunya hingga diisyarat berikutnya yang juga warna hijau.
Jika telah lewat isyarat tsb, jalanlah pelan hingga tiba di Marwah.
Kalau sudah di atas Marwah, baca lagi Allahu akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan berdoa
Ini dilakukan tiga kali. Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan berdoa banyak dan doanya bebas.

Dari Shofa ke Marwah, terhitung satu putaran. Lalu dari Marwah ke Shofa, itu sudah dua putaran. Intinya: bilangan genap selalu di Shofa, dan ganjil di Marwah. Jadi, 7 putaran yang akan kita lakukan berakhir di Marwah
Jika selesai 7 putaran yang tetap diakhiri doa di atas, maka keluarlah dari Marwah ke tukang cukur dan lakukan tahallul. Bagi pria mencukur sebagian rambut demikian pula dengan wanita. Maka selesailah umroh haji tamattu Anda.

Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan ibadah haji seperti dibawah ini :
1. Ihram
Setelah melaksanakan umroh, kita tunggu tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut “Hari Tarwiyah”. Maka mulailah ihram di hotel masing-masing di Makkah yang diawali dengan mandi, dan memakai parfum di badan.

2. Membaca doa ihram.

3. Mabit/Bermalam di Mina
Berangkat ke Mina pada pagi hari setelah terbit matahari, tanggal 8 Dzulhijjah tsb. 2. Sesampai di Mina, qoshor tanpa di jama’ antara sholat Zhuhur dan Ashar. Demikian pula Sholat Maghrib dan Isya’ diqoshor, tanpa dijama’. Bermalam di Mina agar bisa sholat Shubuh disana sebagaimana sunnah Nabi Shollallahu alaihi wasallam.

4. Wuquf/Berdiam Diri di Arafah
Setelah sholat Shubuh di Mina, berangkat ke Arafah setelah terbit matahari. Waktu itu sudah tanggal 9 Dzulhijjah. Sambil membaca kalimat talbiyah.
Setiba di Arafah melakukan sholat Zhuhur dan Ashar dua-dua raka’at, yaitu dijama’taqdim dan qoshor.

Jika Anda telah jelas berada dalam batas Arafah, bacalah doa sambil angkat tangan. Doa yang dibaca bebas. Pergunakan waktu utnuk berdoa hingga tenggelam matahari sebab waktu tersebut adalah sebaik-baiknya waktu untuk berdoa karena Allah Ta’ala mendekat ke langit dunia di hari Arafah.

5. Mabit/Bermalam di Muzdalifah
Setelah matahari tenggelam tinggalkanlah Arafah menuju Muzdalifah. .Setiba di Muzdalifah, langsung mengerjakan sholat Maghrib dan Isya’ dengan jama’ta’khir dan qoshor. Jamaah bermalam di Muzdalifah sampai shubuh agar dapat melakukan shalat subuh di sana. Setelah sholat shubuh, duduklah banyak berdzikir dan berdoa sambil angkat tangan atau bertalbiyah.

6. Melempar Jumrah Aqobah/Kubro
Sebelum matahari terbit jamaah meninggalkan Muzdalifah pada tanggal 10 Dzulhijjah tepat pada harai raya idul Adha , sambil bertakbir, dan bertalbiyah menuju Mina.
Memungut batu yang seukuran antara biji coklat dan biji kacang dimana saja, baik di perjalanan menuju Mina atau di Mina sendiri.

Melempar Jumrah Aqobah setelah terbitnya matahari sebanyak 7 lemparan batu kecil yang telah dipungut tadi. Ketika melempar menghadap Jumrah, maka jadikan Makkah sebelah kirimu, dan Mina (lokasi perkemahan) sebelah kanan sambil “Allahu akbar” dan usahakan masuk ke dalam kolam. Jika meleset dari kolam, ulangi.

7. Mencukur Rambut/Tahallul Pertama
Setelah melempar jumrah, cukurlah sebagian rambut bagi pria , bagi wanita cukup seukuran 1 ruas jari dengan gunting yang dibawa sendiri.

8. Menyembelih Kambing
Menyembelih kambing pada tanggal 10 Dzulhijjah atau setelahnya pada hari-hari tasyriq (tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah).
Jamaah dilarang menyembelih kambing sebelum tanggal 10 Dzulhijjah. Menyembelih hewan korban bagi jama’ah haji tidaklah wajib, yang wajib hari itu adalah menyembelih kambing yang memang wajib dilakukan oleh haji tamattu’ atau qiron. Kambing ini disebut “hadyu”.

9. Tawaf Ifadhoh
Setelah cukur dan memakai baju biasa, menuju Makkah untuk tawaf ifadhoh. Lakukan tawaf sebagaimana waktu umrah sebanyak 7 putaran, lalu sholat sunnat 2 raka’at di belakang maqom Ibrahim. Kemudian minum air Zamzam setelah itu menuju Hajar Aswad, bila kondisi memungkinkan dapat mencium Hajar Aswad atau lambaikan tangan pada garis lurus dengan Hajar Aswad.

10. Sa’i
Melakukan sa’i seperti biasa, usai 7 Putaran, maka Anda dianggap telah bertahallul kedua, namun tanpa bercukur lagi. Maka dengan ini anda dibolehkan melakukan jimak dengan istri. Tawaf Ifadhoh dan sa’I boleh dilakukan hari-hari tasyriq atau sisa hari-hari haji lainnya selama Anda disana.

11. Mabit/Bermalam di Mina
Selesai Thawaf Ifadhoh dan sa’i di Makkah,maka kembalilah ke Mina untuk bermalam selama 2 atau 3 hari. Bermalam disana wajib.

Selama 3 hari di Mina, sholat Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’ dikerjakan secara qoshor. Artinya dikerjakan Zhuhur dua raka’at pada waktunya, Ashar 2 raka’at pada waktunya, dan Maghrib tetap pada waktunya, serta Isya’ 2 raka’at pada waktunya.

Siang harinya tgl 11 setelah shalat zhuhur, berangkatlah ke 3 jumrah untuk melempar, dan ambil batu dimana saja sebanyak 21 biji.
Berikut Anda berangkat ke tempat pelemparan, dan lemparlah 3 jumrah tsb, yang dimulai dengan Jumrah Shughra dekat Masjid Khoif sebanyak 7 lemparan.

Di Jumrah Shughra ini, lakukan beberapa amalan berikut:

1- Ketika melempar disini menghadaplah ke arah Jumrah dengan menjadikan Makkah sebelah kiri & Mina (lokasi perkemahan) sebelah kanan.

2- Lemparlah Jumrah shughra dengan batu kecil sambil ucapkan “Allahu akbar” setiap kali melempar,

3-Carilah tempat sunyi untuk berdo’a disini menghadap kiblat sambil angkat tangan.
Lalu anda menuju ke Jumrah Wustho (tengah) dan lakukanlah 3 amalan yang anda lakukan tadi di Jumrah Wustho.

Selanjutnya menuju ke Jumrah Kubro yg biasa disebut “Jumrah Aqobah”, dan lakukan juga amalan disini yang anda lakukan di Jumrah Shughro dan Wustho. Cuma disini Anda tak dianjurkan berdoa. Tapi langsung meninggalkan tempat ini Inilah yang dilakukan pada tgl 11. Meninggalkan Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah dan jangan sampai masih berada di Mina saat magrib karena anda harus bermalam lagi. Jika telah selesai melempar tgl 13 Dzulhijjah-dan inilah yg afdhol-, maka ibadah haji telah selesai dilakukan.

12. Tawaf Wada’/Tawaf Perpisahan
Tawaf wada’ hukumnya wajib dilakukan jika seseorang sudah hendak bersafar meninggalkan Makkah. Lakukanlah tawaf wada’ sebagaimana halnya tawaf ifadhoh dan tawaf umrah namun tidak mengenakan pakaian ihram, boleh pakaian biasa.
Sebelum keluar dari Masjidil, berdoalah di Multazam, yaitu suatu tempat antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Berdoa’alah disini banyak-banyak tanpa harus angkat tangan.

Demikian tata cara manasik haji dan umroh sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here