Informasi Lengkap Seputar Pengertian Umroh Lengkap

0
6

Pengertian Umroh dari Segi Bahasa

Pengertian Umroh dari segi bahasa ialah berkunjung. Umroh juga dapat dikatakan sebagai perbuatan yang dengan sengaja mendatangi tempat yang selalu dikunjungi.

Hal tersebut dikarenakan umroh dapat dilakukan kapan saja ( tanpa terikat oleh waktu seperti haji yang hanya boleh dilakukan pada saat bulan Dzulhijjah setiap 1 tahun sekali .

Betapa rindu aku ingin kembali…

Pengertian Umroh secara Syar’i

Sedangkan secara syar’i serta terminologi fiqih, umroh ialah mengunjungi kota Baitullah ( Mekkah ) untuk melaksanakan ibadah ( seperti thawaf serta sai) dengan tata cara tertentu. Atau dapat dikatakan, datang ke Mekkah untuk menunaikan ibadah Umroh dengan syarat yang telah ditetapkan

Bedanya dengan ibadah Haji yang hanya dilakukan dalam sekali setahun, Ibadah umroh dapat dilakukan secara berulang kali akan tetapi hukumnya wajib menjalankan satu kali dalam seumur hidup kita.

Apabila seseorang mampu dan bisa melakukan secara berulang kali, maka hal tersebut diperbolehkan. Sebab, dalam ibadah umrah terdapat keutamaan yakni seperti sabda Rasullulah SAW:

Dari umroh ke umroh ialah penghapus dosa antara keduanya

Pengertian Umroh Lengkap

Umroh ialah Haji Kecil

Selain pengertian umroh yang telah dijabarkan di atas, ibadah umroh juga disebut dengan al-hajju l-ashgar ( haji kecil ) yang menurut bahasa berarti “berkungjung” dan menurut istilah syar’i adalah berkunjung ke Mekkah ( Baitullah ) untuk melakukan ibadah thawaf, sa’i, serta tahallul ( bercukur ) demi mengharapkan ridho Allah.

Semua tata cara yang dilakukan dalam ibadah umrah telah dicontohkan oleh Rasullah SAW serta kita tidak boleh mengubah atau menambahkan sesuai dengan keinginan kita. Hal tersebut sesuai dengan syarat serta rukun dalam ibadah umroh yang akan kita bahas selanjutnya

Syarat dan Rukun Wajib Ibadah Umroh

Setelah kita paham akan pengertian Umroh, sebelum melakukan ibadah Umroh kita diwajibkan untuk memahami syarat dan rukum wajib ibadah umroh.

Syarat Umroh

  • Islam: Ibadah Umroh hanya disyariatkan bagi jamaah muslim
  • Berakal: Umroh disyariatkan bagi muslim yang memiliki akal sehat dan bukan untuk orang gila
  • Istitaah: Memiliki kemampuan fisik, mental, serta biaya
  • Dewasa: Ibadah Umroh disyariatkan bagi jamaah muslim yang telah mencapai usia baligh
  • Merdeka: Umroh hanya diperuntukkan untuk orang yang merdeka bukan budak

Rukun Umroh

  • Niat Berihram: Melakukan miqot dengan menggunakan pakaian ihram
  • Thawaf: Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali
  • Sa’i: Berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah
  • Tahallul: Memotong rambut minimal sebanyak 3 helai

Seluruh rangkaian rukun umroh wajib dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan satupun karena jika ada yang tidak dilakukan maka akan menyebabkan tidak sahnya ibadah umroh seseorang dan ia harus mengulangnya kembali

Sa’i benar-benar bersifat material, kebutuhan material, tujuan material, dan aksi material

Dikarenakan hal ini sangat penting bagi seorang muslim yang berniat melakukan ibadah umroh maka telah kami siapkan artikel lengkap yang membahas terkait Rukun Umroh

Pengertian Umroh Super Lengkap

Hukum Ibadah Umroh

Jika Anda telah memahami pengertian umroh serta syarat dan rukun umroh, maka pembahasan berikutnya ialah tentang hukum ibadah umroh

Terdapat 2 Hukum Ibadah Umroh yaitu wajib dan sunnah:

  1. Ibadah Umroh dikatakan wajib apabila baru pertama kali dilaksanakan sehingga disebut sebagai Umratul Islam. Selain itu, umrah karena nazar disebut juga sebagai umroh wajib. Jadi apabila Anda telah melakukan nazar akan menunaikan ibadah umroh jika telah melakukan atau mendapatkan sesuatu maka hukum umroh tersebut ialah wajib
  2. Ibadah Umroh dikatakan sunnah apabila dilakukan untuk kedua kali serta seterusnya dan bukan juga dikarenakan nazar. Misalnya ialah tahun ini Anda telah menunaikan ibadah umrah pertama yang wajib maka jika Anda ingin menunaikan serta mampu secara finansial di tahun berikutnya, Anda dapat pergi umrah lagi namun jika tidak pun tidak apa – apa

Rasulullah SAW bersabda: “Jihadnya orang yang sudah tua, anak-anak, orang yang lemah dan wanita, adalah haji dan umrah

Akan tetapi, di kalangan ahli fiqih sepakah bahwa umroh wajib hukumnya bagi muslim yang disyariatkan untuk menyempurnakan, meskipun beberapa ulama mempunyai pendangan yang berbeda terkait hukumnya apakah termasuk sunnah atau wajib

Apa pendapat ulama tentang hukum Ibadah Umroh

  • Pendapat Pertama : Sunnah Mu’akkad

Beberapa ulama berpendapat seperti ini ialah Ibnu Mas’ud, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahm, Abu Tsaur, serta Kalangan Mazhab Zaidiyah.

Pendapat para ulama tersebut berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW pada saat ditanya terkait hukum menunaikan ibadah umroh, apakah wajib atau tidak? Lalu beliau menjawab, “ Tidak, akan tetapi jika kalian melaksanakan umroh, maka itu lebih baik” Juga berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW

الحج جهاد والعمرة  تطوع

Haji ialah jihad, sedangkan umroh ialah hanya tathawwu’

Alasan lain yang dijadikan pegangan bahwa ibadah umroh itu sunnah ialah bahwa umroh merupakan ibadah yang pelaksanaannya tidak ditentukan oleh waktu, maka dari itu tidak wajib sebagaimana halnya thawaf mujarrad

  • Pendapat Kedua : Wajib ( terutama untuk orang – orang yang diwajibkan haji )

Pendapat ini dianut oleh Imam Asy-Syafi’i berdasarkan versi yang paling sahih diantara pendapat-pendapatnya, Imam Ahmad berdasarkan versi lain, Ibnu Hazm, sebagian dari ulama Mazhab Maliki, kalangan Mazhab Imamiyyah, Asy-Sya’bi, serta Ats-Tsauri

Pendapat tersebut juga merupakan pendapat mayoritas ulama dari kangan sahabat dan yang lainnya, serta mereka sepakat bahwa pelaksanaannya hanya 1 kali seumur hidup sebagaimana halnya ibadah haji

  • Pendapat Terkuat Hukum Ibadah Umroh

Pendapat yang paling kuat dalam hal ini ialah ibadah umroh itu wajib bagi yang mampu sekali dalam seumur hidup sedangkan pendapat yang  menyatakan sunnah (mu’akkad) dalilnya dianggap lemah sehingga tidak dapat dijadikan hujjah. Jadi bagi siapa yang mampu menunaikan sekali dalam seumur hidup dianjurkan agar berusaha menunaikan ibadah umroh.

Umroh bisa langsung dilaksanakan dengan ibadah haji yakni dengan cara melakukan haji secara tamattu atau qiran. Dikarenakan dalam haji tamattu serta haji qiran sudah ada umroh didalamnya sehingga keutamaan umroh bisa disejajarkan dengan haji yang menjadi rukun islam serta diwajibkan bagi muslim yang mampu.

Keutamaan Pengertian Umroh

Keutamaan Ibadah Umroh

Setelah kita mengetahui pengertian umroh, mari kita membahas apa keutamaan ibadah umroh tersebut. Ada beberapa hadits sahih yang menyebutkan keutamaan serta pahala umroh yang menyebabkan banyak orang berusaha untuk segera menunaikan ibadah uroh.

Bahkan untuk beberapa kalangan yang memiliki finansial biasa – biasa saja dimana mereka tidak memungkinkan untuk melaksanakan umroh, juga berusaha sekuat tenaga untuk berikhtiar serta berdoa agar mendapatkan keutamaan pahala umroh yaitu berupa:

  • Pengampunan Dosa

Sebagaimana hal ini disebutkan dalam sebuah hadits berikut:

عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : “العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة” – رواه البخاري و مسلم 

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ibadah umroh sampai umroh berikutnya sebagai kafarat untuk dosa diantara keduanya serta ibadah haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

  • Sebagai Tamu Allah

Hal ini juga disebutkan dalam sebuah hadits bahwa jamaah haji serta umrh merupakan tamu atau delegasi Allah yang setiap doa mereka akan dikabulkan

عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “الحجاج والعمار وفد الله إن دعوه أجابهم وإن استغفروه غفر لهم” – رواه النسائى و ابن ماجه

 

Dari Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Para jamaah haji serta umroh ialah delegasi Allah SWT. Apabila mereka berdoa kepada-Nya maka Allah akan mengabulkannya. Dan apabila mereka meminta ampun maka Allah akan mengampuni-nya”. (HR An-Nasaiy dan Ibnu Majah)

  • Seperti Menunaikan Tugas Jihad ( untuk Wanita )

Bagi para jamaah wanita akan mendapatkan keutamaan pahala selain pengampunan dosa, dikabulkannya doa mereka, bahkan menunaikan ibadah umroh serta haji bagi kaum wanita bagaikan menunaikan tugas jihad sebagaimana kaum laki – laki yang berjihad dalam medan perang.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ جهاد الكبير والصغير والضعيف والمرأة الحج والعمرة” – رواه النسائي  

 

Rasulullah SAW bersabda: “Jihadnya orang yang sudah tua, anak-anak, orang yang lemah serta wanita, ialah haji dan umrah“. (HR An-Nasaiy).

Selain beberapa keutamaan yang ada di atas, ada banyak sekali keutamaan lainnya sebagaimana seperti yang dibahas lengkap dalam artikel mendatang yakni Keutamaan Ibadah Umroh

 

Waktu Ibadah Umroh

Berdasarkan pengertian umroh yang telah dibahas sebelumnya, dapat kita simpulkan bahwa umroh dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu yang dimakruhkan seperti hari Arafah, Nahar, serta Tasyriq. Perbedaannya dengan haji ialah ibadah tersebut waktunya hanya antara 8 sampai 12 Dzulhijjah

Dikarenakan waktu yang tidak terikat, maka dalam pelaksanaannya dapat dilakukan bersamaan dengan tour muslim ataupun liburan ke kota-kota yang berada di sekitar Mekkah ataupun Madinah bahkan ada pula yang sekaligus berlibur ke negara-negara sekitar seperti Arab Saudi, Turki, Dubai, dan lain-lain

Di maqam Ibrahim, engkau bersilaturahmi dengan Allah dengan begitu akrabnya. Hiduplah seperti Ibrahim dan jadilah arsitek Kabah di negeri dan eramu masing-masing.

Beberapa Hal yang Salah Kaprah dalam Umroh

Banyak sekali pahala serta keutamaan yang bergantung pada ibadah umroh yang kita lakukan sehingga para jamaah pun berlomba-lomba melaksanakan umroh, bahkan banyak yang tanpa disadari melakukan beberapa hal yang diluar dari ketentuan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Setelah kita paham akan pengertian umroh serta pernak-perniknya, kita dapat waspada akan terjadinya salah kaprah dalam memaknai ataupun pelaksanaan umroh tersebut. Jangan sampai ibadah umroh kita menjadi sia-sia dikarenakan ketidakpahaman akan pengertian umroh dengan baik serta terjerumus dalam salah kaprah ataupun bid’ah tersebut.

Seputar Pengertian Umroh

Beberapa hal yang salah kaprah dalam ibadah umroh diantaranya ialah:

  • Salah Kaprah – 1: Doa langsung dikabulkan jika kita berdoa di sekitar Ka’bah

Hal tersebut tidak benar dikarenakan tidak terdapat bukti syariat. Walaupun Anda menemukan sebuah hadis yang membahas hal ini maka hadis tersebut tergolong lemah atau dhaif. Seorang ulama bernama Syaikh Saad Al Humaid mengatakan bahwa pendapat yang menyatakan hal tersebut tidaklah benar karena ibadah harus berdasarkan atas bukti-bukti yang shahih, tidak ambigum, serta Allah tahu yang terbaik.

  • Salah Kaprah – 2: Mencium Batu Hajar Aswad serta berhenti di pertengahan thawaf

Suatu momen bisa mencium Batu Hajar Aswad ialah sunnah yang indah serta menjadi kehormatan untuk orang yang bisa melakukannya. Akan tetapi, dikarenakan banyak sekali orang yang ingin melakukannya bahkan tidak dapat dijangkau dengan mudah atau bahkan sekedar menyentuhnya.

Padahal mencium Batu Hajar Aswad tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan terhadap jamaah ibadah umroh ataupun haji lainnya dikarenakan kita terpaksa berhenti mendadak di tengah lingkaran dari jutaan jamaah yang sedang bergerak.

Tidak hanya itu, namun juga dapat menyebabkan jamaah terdesak serta jatuh terinjak-injak oleh jutaan orang lainnya. Rasulullah SAW serta semua nabi tidak menyuruh kita untuk melakukan hal tersebut pada saat jumlah jamaah sedang membludak akan tetapi melambaikan tangan dari titik kejauhan di luar kerumumnan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”

Kemenangan harus terpancar dari wajahmu, bukan dari sesuatu yang terlihat olehmu

  • Salah Kaprah – 3: Berdoa dengan suara keras serta serempak

Pada kelompok – kelompok tertentu, bisa jadi mereka beroda dengan suara lantang secara bersama-sama. Padahal hal tersebut bisa menyebabkan jamaah lainnya tidak khusyuk . Lebih baik apabila Anda membaca doa dengan suara pelan atau bisa dalam hati sehingga Anda akan lebih fokus dengan doa yang Anda baca, baik dalam bahasa Arab ataupun bahasa lainnya yang Anda pahami.

Lebih baik juga Anda membaca doa yang Anda pahami maknanya ketimbang tidak Anda mengerti. Jangan sampai Anda salah ketika mengucapkan doa dikarenakan mengikuti orang lain yang bersuara keras serta lantang

  • Salah Kaprah – 4: Membaca doa – doa tertentu setiap putaran saat thawaf

Tidak sedikit para jamaah yang membaca doa-doa tertentu pada setiap putaran thawaf. Doa yang dibaca antara putaran satu dengan yang lainnya berbeda-beda bahkan membuat sebuah buku panduan doa yang mengharuskan jamaah untuk menghafalnya. Padahal hal tersebut tidak dicantumkan pada syariat.

Rasulullah SAW sendiri tidak mencontohkan kepada umatnya untuk membaca doa-doa tertentu pada setiap putaran thawaf. Kita diperbolehkan membaca doa apa saja yang mampu dan hafal.

Doa yang dibaca oleh nabi selama thawaf ialah ketika beliau telah sampai akhir lintasan antara Rukun Yamani serta Batu Hajar Aswad, beliau membaca Rabbana aatina fid dunya hasanatan wa fil aakhirati hasanah wa qinaa adzaa bannar yang berarti Ya Tuhankau, berikanlah aku kebaikan di dunia serta akhirat serta jauhkanlah aku dari api nerakaMu

  • Salah Kaprah – 5: Menyentuh ka’bah, Masjidil Haram, atau Masjid Nabawi agar mendapatkan berkah

Tidak sedikit jamaah yang menyentuh Ka’bah ataupun makam Nabi Ibrahim karena dianggap akan mendapatkan berkah. Padahal hal tersebut tidaklah benar dan bisa dianggap sebagai musyrik.

Karena berkah hanya datang dari Allah SWT serta syafaat hanya dari Rasulullah SAW melalui amalan ibadah sesuai yang telah dicontohkan oleh Beliau bukan melalui tindakan menyentuh, mencium bagian dari ka’bah seperti Batu Hajar Aswad serta Rukun Yamani dan masjid-masjid seperti Masjid Nabawi serta Masjidil Haram

Wahai gelombang-gelombang, sesungguhnya eksistensi anda tergantung pada “gerak” anda dan jika anda tidak bergerak maka anda adalah mati!

  • Salah Kaprah – 6: Melakukan Shalat 40 rakaat di Masjid Nabawi Madinah

Tidak ada sebuah hadis atau hal yang menyuruh kita wajib menunaikan sholat 40 rakaat di tempat tersebut. Apabila Anda mampu melakukannya, tidak apa-apa dilakukan, karena semakin banyak ibadah yang Anda lakukan maka Insya Allah akan memberikan banyak pahala untuk Anda apabila dijalankan dengan ikhlas karena Allah SWT serta sesuai dengan syariat.

Kalaupun ada sebuah hadis yang menyatakan bahwa dengan melakukan sholat 40 rakaat di Masjid Nabawi akan terbebas dari api neraka, selamat dari siksaan serta terbebas dari kemunafikan, maka hadis ini dianggap lemah atau dhaif.

Tidak pernah ada batasan berapa jam ataupun hari, jamaah bisa tinggal di masjid tersebut, akan tetapi bila hanya dalam waktu singkat saja bisa mengunjungi Masjid Nabawi maka sholat sebanyak rakaat  yang Anda mampu pun tidak apa – apa

 Info Seputar Pengertian Umroh

Kesimpulan

Itulah beberapa pembahasan terkait pengertian umroh, syarat dan wajib umroh, hukum ibadah umroh, keutamaan umroh, waktu ibadah, serta beberapa salah kaprah dalam pelaksanaan umroh.

Semoga kita dapat memperbanyak melakukan ibadah selama di tanah suci sesuai dengan tuntunan serta kemampuan kita untuk mendapatkan madhotillah azza wa jalla. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here