Selayang Pandang Ibadah Umroh

0
245

Ibadah umroh selama ini kita kenal sebagai rangkaian ibadah yang kita lakukan dengan berkunjung ke Tanah Suci. Di sana kita mengerjakan amalan ibadah tertentu. Ibadah umroh memiliki dua pengertian yakni pengertian secara syariah dan dari segi bahasa

Pengertian Ibadah Umroh secara Syariah
Secara syariat ibadah umroh adalah mengunjungi kota Mekkah untuk melakukan ibadah (seperti thawaf dan sa’i) dengan tata cara yang ditetapkan. Ibadah umroh juga dapat pula dikatakan dengan datang ke Baitullah untuk melakukan ibadah umroh sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan. Biro travel umroh dapat membantu Anda mengurus segala persiapan sebelum dan sesudah ibadah umroh.

Pengertian Ibadah Umroh dalam Segi Bahasa.
Dalam segi bahasa, ibadah umroh berarti berkunjung atau berziarah. sengaja mendatangi tempat yang lazim dikunjungi banyak orang. Karena ibadah umroh memiliki arti sebagai perjalanan ibadah, maka waktunya bisa dilakukan kapanpun, berbeda dengan ibadah haji yang hanya  dilakukan pada waktu tertentu.

Biro travel umroh selain dapat membantu Anda mempersiapkan dokumen yang diperlukan juga dapat membantu Anda memilih jadwal keberangkatan umroh yang tepat untuk Anda.

Syarat melakukan ibadah umroh :
1. Beragama Islam baik wanita maupun laki-laki.
2. Beragama Islam
3. Sudah baligh dan berakal, anak-anak tidak diwajibkan melakukan ibadah umroh.
4. Merdeka
5. Memiliki kemampuan dalam hal  perbekalan dan kendaraan.
6. Bagi wanita yang ingin melaksanakan ibadah umroh terdapat syarat untuk didampingi mahram

Tata Cara pelaksanaan ibadah Umroh
Dalam tata cara pelaksanaannya, ibadah umroh memiliki kesamaan dengan ibadah haji namun lebih sederhana sebab tanpa melakukan wukuf, dan bermalam di Mina
Tata cara pelaksanaan ibadah umroh sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah seperti di bawah ini :
1. Sebelum melaksanakan rangkaian ibadah umroh, Anda diwajibkan mandi sebagaimana orang yang junub, memakai wewangian dan menggunakan pakaian ihram.

2. Berihram dari miqat dengan mengucapkan niat melakukan ibadah umroh.

3. Bila waktu berihram bersamaan waktunya dengan waktu sholat fardhu, sebaiknya para jamaah melakukan sholat terlebih dahulu, baru setelah sholat anda dapat melakukan ihram.

4. Setelah mengucapkan “talbiah umrah” dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah.

5. Sebelum melakukan thawaf, hendaknya para jamaah menuju ke Hajar Aswad.

6. Thawaf sebanyak 7 putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir disitu pula.

7. Setelah melakukan thawaf menuju makam Nabi Ibrahim.

8. Di belakang Nabi Ibrahim melakukan sholat sunnah thawaf 2 rakaat.

9. Di sunnahkan minum air zam-zam dan menyiram atau mengusap kepala denganair zam-zam setelah sholat sunnah.

10. Setelah minum air zam-zam, kembali ke Hajar Aswad, bertakbir lalu mengusap atau menciumnya namun bila tidak memungkinkan dapat memberi isyarat ke arah Hajar Aswad seperti pada saat awal thawaf.

11. Sesudah berthawaf, jamaah akan menuju Bukif Shofa untuk melakukan sa’i Umroh.

12. Setelah melakukan sai sebanyak 7 kali putaran, jamaah dapat melakukan tahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul. Sedangkan bagi jamaah perempuan cukup memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

13. Usai melakukan tahallul atau memotong/mencukur rambut, maka selesai sudah rangkaian ibadah Umroh yang Anda lakukan. Setelah seluruh rangkaian ibadah umroh berakhir Anda dapat melakukan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram, seperti berhubungan dengan suami/istri dan lain-lain.

Hukum Ibadah Umroh

Terdapat perbedaan yang menyatakan hukum ibadah umroh. Baik ulama yang menyatakan hukumnya wajib maupun Sunnah memiliki landasan yang kuat.

Hukum Wajib Ibadah Umroh
Jika Anda belum pernah melakukan badah umroh maka wajib hukumnya bagi yang mampu baik secara finansial, fisik dan mental sebagaimana ibadah haji.
Hukum ibadah umroh juga menjadi wajib bila Anda telah bernazar akan melakukannya tercapainya tujuan atau cita-cita hidup Anda. Misalnya Anda bernazar akan melakukan ibadah umroh setelah rumah atau tanah yang Anda miliki telah terjual dan lain sebagainya.

Hukum Sunnah Ibadah Umroh
Ibadah umroh menjadi sunnah jika Anda telah melaksanakannya meski hanya sekali, namun Anda dapat melakukannya lagi jika ada kemampuan.

Waktu pelaksanaan ibadah umroh
Ibadah umroh dapat dilaksanakan kapanpun sesuai kemampuan dan waktu yang diinginkan. Namun ada waktu makruh untuk melaksanannya, yakni hari Arafah, Nahar dan Tasriq. Adapun waktu terbaik dan waktu utama melaksanakan ibadah umroh yaitu pada bulan puasa Ramadhan karena pahalanya bagaikan melaksanakan ibadah haji.

Keutamaan Ibadah Umroh

Seandainya banyak orang mengetahui bahwa ibadah umroh akan diberikan pahala yang sangat besar pasti mereka akan berlomba-lomba melakukannya sebelum melakukan perjalanan wisata ke luar negeri yang kini menjadi trend.
Berikut ini adalah keutamaan melaksanakan ibadah umroh :

1. Ibadah Umroh sama seperti Jihad.

Seperti Hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah ra dalam hadist dibawah ini bahwa ibadah haji yang dilakukan oleh perempuan adalah seperti melakukan jihad.

Aisya rs bertanya yang artinya :“Wahai Rasulllah, apakah benar seorang perempuan juga wajib melaksanakan Jihad?” beliau SAW menjawab, “ia dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan Ibadah Haji dan Umrah” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani)

2. Ibadah Umroh menghapus dosa diantara dua umroh.
Karena pahala inilah mengapa banyak orang yang selalu ingin mengulang kembali ibadah umroh meski telah melakukannya, karena pahalanya dapat menghapus dosa.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Bahwa Rasulallah SAW bersabda :
“Antara umrah yang satu dengan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tiada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

3. Umrah menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa.
Sesungguhnya ibadah umroh termasuk sedekah ekstrim yang dibalas berlipat ganda oleh SAW sebagaimana pahala kita saat menyedekahkan harta benda kita. Karena bersedekah merupakan salah satu ibadah utama dengan pahala dan berlimpahnya rejeki, maka tak heran bila salah satu keutamaan ibadah umroh adalah menghapus kefakiran dan dosa.

Dari Abdullah, Rasulallah SAW bersabda :
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tiada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Demikianlah serba-serbi ibadah umroh, semoga pengetahuan dan keutamaan ibadah umroh  beserta, syarat dan rukunnya dapat menjadi tambahan wawasan bagi para calon jamaah agar bersegera dan bersungguh-sungguh melakukan ibadah umroh. Raih pahala dan eutamaan ibadah umroh sebagai bekal di hari akhir nanti.

Bagi yang belum dapat berumroh karena ketiadaan biaya semoga dimudahkan menyisihkan penghasilan dan segera dapat menunaikan ibadah umroh.
Pandangan bahwa ibadah umroh pelaksanaannya harus menunggu kaya dulu, menunggu panggilan dan lain-lain tidak lagi ada, sebab ibadah umroh sesungguhnya diwajibkan bagi seluruh umat Islam tanpa harus merasa terpanggil atau tidak.

Baik yang berusia tua maupun muda, laki-laki atau wanita memiliki hukum yang sama. Saat dia memiliki perbekalan yang cukup dan kondisi fisik yang sehat maka saat itu pula dia memiliki kewajiban melakukan ibadah umroh.

Semoga kita semua diberikan kemampuan finansial, lahir dan batin untuk bersegera melaksanakan ibadah umroh bersama orang-orang tercinta.

SHARE
Previous articleSerba-Serbi Haji 2018
Next articleBiaya Haji 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here